Abdul Karim bin Muhammad al-Jilli

Al Jilli lahir pada tahun 1365 M, di Jilan (Gilan). Sebuah provinsi di sebelah selatan kasfia dan wafat pada tahun 1417 M. Sedangkan nama Jilli di ambil dari tempat kelahirannya di Gilan. Al Jilli adalah seorang sufi yang terkenal di Baghdad. Riwayat hidupnya tidak banyak diketahui oleh para ahli sejarah, tapi sebuah sumber pernah menyatakan bahwa ia telah melakukan perjalanan ke India pada tahun 1387 M, kemudian belajar tasawuf di bawah bimbingan Syaikh Abdul Qodir al Jailany. Selain itu al Jilli juga berguru pada Syaikh Syafaruddin Isma’il bin Ibrahim al Jabiri di Zabid (Yaman) pada tahun 1393-1403 (Rosihin Anwar. 253, 2007).

Abdul Karim bin Muhammad al Jilli merupakan sufi kreatif, ia banyak menulis tentang tasawuf sekitar dua puluh buku,  di antara karangannya yang terkenal adalah: 1. Al Insan al Kamil fi Ma’rifatil Awakhir wal Awa’il, 2. Al Kahf war Raqim fi Syarhi Bismillahirrohmanirrohim. Al Insan al Kamil adalah sebuah buku yang pernah menggemparkan ulama-ulama sunnah dan fiqih pada masa itu, padahal isinya hanya sekedar menjelaskan buah fikiran Ibnu Arabi dan Jalaluddin ar Rumi (Proyek Pembinaan PTAIN. 86, 1982).

Dasar-dasar Psikologi Sosial

Situasi Kelompok Sosial
Pengertian Situasi Kelompok Sosial
Kelompok merupakan agregat sosial di mana anggota-anggotanya saling bergantung, dan setidaknya memiliki potensi untuk melakukan interaksi antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan situasi social adalah setiap situasi di mana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dengan kata lain, yang dinamakan situasi social itu di mana terdapatnya interaksi sosial, maka dapat disebut sebagai situasi sosial (David O Hears. 107, 1994).

Dalam bahasa yang berbeda, Ikhwan Lutfhi memandang bahwa yang di maksud dengan situasi sosial adalah kumpulan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi dalam mencapai tujuan bersama. Tujuan ini tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus didukung oleh semua orang yang menjadi anggota kelompok dengan hubungan yang mendalam (Ikhwan lutfhi. 93, 2009).

Melihat Konsep Dasar Pendidikan Multikultural


Pendidikan multikultural masih diartikan sangat beragam, apakah pendidikan ini berkonotasi tentang pendidikan tentang keragaman budaya, atau pendidikan untuk membentuk sikap menghormati keragaman budaya. Secara etimologis pendidikan multikultural terdiri dari dua term, yaitu pendidikan dan multikultural. Sedangkan dari sisi terminologis, pendidikan multikultural merupakan proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan aliran (agama). (Ainurrofiq Dawam. 75, 2006).


Melihat Konsep Pendidikan dan Pendidikan Islam

 
Add caption
Secara etimologi, pendidikan berasal dari kata "didik" yang diberi awalan "pe-" dan akhiran "-an" yang berarti (perbuatan, hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu "paedagogie" yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Dalam bahasa Arab istilah ini sering dikenal dengan "tarbiyah" yang berarti pendidikan. Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan "education" yang berarti pengembangan atau bimbingan, "educate" atau "to educate" yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam atau memperbaiki moral dan melatih intelektual  (Zurinal. Z dan Wahdi Sayuti. 2006. 2).

KINERJA PENGAWAS PENDIDIKAN


Pengawas/Supervisi Pendidikan
Supervisi berasal dari kataSupervision” (super dan Vision) yang secara laterlek berarti pengamatan atau pengawasan yang ketat. Karena itu dalam pengertian lama/tradisional supervisi diartikan dengan inspeksi yaitu pengawasan yang ketat untuk mencari kesalahan atau kekurangan seorang petugas (Alisuf Sabri, 115).

Secara etimologi supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Ngalim Purwanto, 76), Sebagaimana dikutip Piet A Sahertian memberikan pengertian supervisi dari tinjauan yang berbeda-beda, yaitu :

Biografi Prof. Dr. H.A.R. Tilaar,M. Sc. Ed


Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar adalah sosok yang sudah sangat familiar dalam dunia pendidikan nasional di Indonesia. Ia merupakan salah seorang pendidik, pemikir, praktisi pendidikan yang kini menjadi aset nasional bangsa ini, karena pemikiran kritisnya dalam menyikapi kinerja pendidikan nasional. Tilaar dilahirkan pada 16 Juni 1932 di desa yang relatif terpencil di tepi Danau Tondano, Sulawesi Utara(H.A.R. Tilaar, xxii. 2004). Profesi mengajar sudah dijalaninya sejak tahun 1952 hingga sekarang. Kini suami Martha Tilaar ini sebagai guru besar Emeritus pada Program Pascasarjana dan Direktur Utama Lembaga Manajemen Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Semangat belajar dan mengajarnya tak pernah padam dari keluarganya, ia adalah anak ketiga yang berasal dari keturunan atau keluarga guru. Pada 12 Januari 1963, dia menikah dengan Martha Tilaar, dan dianugerahi empat anak; Bryan David Emil, Pingkan Engelien, Wulan Maharani, dan Kilala Esra(H.A.R. Tilaar, 428. 1998).

AL-ANSAB


Bentuk tradisi sebelum Islam yang mengandung sejarah lainnya adalah al-Ansab, yang artinya adalah silsilah. Al-Ansab adalah kata jamak dari kata nasab yang berarti silsilah (genealogi). Sejak masa Jahiliyah orang-orang Arab sangat memperhatikan dan memelihara pengetahuan tentang nasab. Ketika itu pengetahuan tentang nasab merupakan salah satu cabang yang di anggap penting. Setiap kabilah mengahfal silsilahnya, semua anggota keluargnya mengahafalnya agar tetap murni, dan silsilah itu dibanggakan terhadap kabilah lain (Badri Yatim, 37-38, 1997).

Surah Al-Fatihah, menjadi pembuka & Kunci kehidupan di Dunia & Akhirat

بسم الله الرحمن الرحيم Asma Alloh harus digunakan dalam kehidupan (bukan sekedar dibaca/dijadikan wiridan saja) الحمد لله رب العالمين...