Administrasi & Supervisi Pendidikan

SUPERVISI PENDIDIKAN

Pengertian Supervisi
Di Indonesia sejak zaman kolonial belanda, istilah supervisi itu disebut Inspectie yang artinya memeriksa. Orang yang melakukan pemeriksaan itu disebut "Inspektur". Ditingkat sekolah rendah, orang yang melakukan pemeriksaan disebut School Opziener dan setelah kemerdekaan disebut "penilik sekolah" (Jahja Qohar: 1982).

Pengertian ini lambat laun berkembang dan dipengaruhi oleh pandangan dari Amerika Serikat yang dibawa oleh lulusan yang belajar dinegeri itu. Supervisi berasal dari bahasa Inggris Supervision dari dua kata super dan vision berarti atas dan melihat. Supervision berarti melihat dari atas atau menilik pekerjaan secara keseluruhan. Sedangkan orang yang melakukan supervisi disebut sebagai supervisor.

Secara umum, supervisi dapat diartikan suatu usaha meningkatkan mutu pengajaran disuatu sekolah. Ia berintikan program pengajaran dengan ditunjang oleh unsur-unsur lain, seperti guru, sarana dan prasarana, kurikulum, sistem pengajaran dan penilaian. Supervisor akan memperhatikan perkembangan unsur-unsur tersebut secara berkelanjutan.

Supervisi sebagai suatu usaha memperbaiki proses belajar mengajar menyangkut hal keterampilan dan kefektifan supervisor bekerjasama dengan guru. Segala hasil kegiatan yang dilakukan oleh supervisor dengan individu guru atau peserta didik, berupa rapat-rapat kelompok, kunjungan, cara menggunakan alat pelajaran dan pertukaran pendapat digunakan untuk membimbing guru dalam pengembangan proses belajar mengajar.
Supervisi memusatkan perhatiannya pada situasi belajar mengajar, bukan pada orang (guru) atau teknik yang digunakan oleh guru. Supervisi juga terkait pada sesuatu hal apapun yang mengembangkan guru dan murid dalam usaha perbaikan pengajaran yang mencakup juga pengembangan kepemimpinan.

Dari uraian ringkas diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud supervisi adalah suatu usaha meningkatkan mutu pengajaran yang berpusat pada situasi belajar mengajar.

Perbedaan Administrasi & Supervisi
Secara fungsional administrasi dan supervisi pendidikan mempunyai tugas yang sama yaitu pengawasan untuk mempertinggi hasil belajar. Supervisi adalah pelayanan langsung yang tertuju pada pengajaran dan perbaikannya. Mengenai belajar-mengajar dan faktor-faktor yang mencakup proses yang berhubungan dengan guru, murid, kurikulum, bahan pengajaran dan lingkungan sosial fisik situasi itu.

Sedangkan administrasi merupakan pelayanan yang dilakukan secara tidak langsung, misalnya: penyusunan anggaran belanja, perencanaan konstruksi bangunan, pengadministrasian pegawai dan lain sebagainya.

Macam-macam Gaya Supervisi
1.       Gaya Otoritatif.
2.       Gaya Pemberian Inspirasi.
3.       Gaya Demokratis.
4.       Gaya Kreatif.
Prinsip Supervisi
Supervisi pendidikan sebagai bagian dari seluruh kegiatan pendidikan haruslah berdasarkan falsafah Negara, dalam hal ini pancasila. Supervisi yang disusun dengan memperhatikan falsafah Negara, sistematis, dan teratur berdasarkan data agar dapat digunakan dasar penilaian terhadap proses belajar mengajar.

Dalam supervisi yang harus dikembangkan ialah menerapkan azas musyawarah dengan jiwa kekeluargaan yang kuat serta kesanggupan menerima pendapat orang lain, agar supervisor tidak bersifat otoriter, tidak bertindak berdasarkan kekuasaan, dan tidak mencari-cari kesalahan.

Selanjutnya, seorag supervisor haruslah mampu mendorong perkembangan pribadi dan propesi guru-guru serta menciptakan hubungan yang harmonis dikalangan guru-guru. Kemudian seorang supervisor haruslah mampu membangun suasana kebersamaan dalam menciptakan situasi belajar yang lebih baik.

Relasi Supervisi dan Kurikulum
Biasanya kurikulum disusun dan dikembangkan dengan menetapkan apa yang hendak diajarkan, dan bagaimana bahan tersebut bisa disajikan. Supervisilah yang bertanggung jawab memperhatikan langkah-langkah praktek kurikulum tersebut. Dari sini dapat dipahami bahwa suvervisi dan kurikulum memiliki keterkaitan yang tidak harus dipisahkan.

DAFTAR BACAAN
DR. JAHJA QAHAR, PETUNJUK PRAKTIS SUPERVISI PENDIDIKAN AGAMA,  Jakarta: 1982.

No comments:

Post a Comment

Surah Al-Fatihah, menjadi pembuka & Kunci kehidupan di Dunia & Akhirat

بسم الله الرحمن الرحيم Asma Alloh harus digunakan dalam kehidupan (bukan sekedar dibaca/dijadikan wiridan saja) الحمد لله رب العالمين...